Kamis, 18 Maret 2010

F@##$cking ORDER






















Keluar juga umpatan hanya karena sebuah desain yang sangat dipaksakan ini. 30 menit menggerakan tangan bukan atas kemauan sendiri walaupun dibayar untuk itu.

Rabu, 17 Maret 2010

Selasa, 16 Maret 2010

Manifesto



















edit & repost.....

Minggu, 14 Maret 2010

Kolase self build

 Ya. Beginilah kolase yang saya rangkai di tembok kamar. Berbagai tulisan kata-kata penyemangat yang acapkali justru menyindir pembuatnya sendiri. Untuk benar-benar diingat dan menjadikanya tertanam kadang memang perlu untuk dituangakan dalam bentuk-bentuk tertentu yang dapat dilihat setiap saat, jadi selalu menimbulkan gejolak semangat setiap kali habis melihat kolase itu. Tapi percayakah bahwa hal itu tidak terwujud? karena justru sering melihatnya kolase itu tidak memberi efek apapun.

Seperti rutinitas begitulah. setiap kita jalani aktivitas pada awalnya kita menjalaninya dengan penuh penjiwaan dan semangat tetapi lambat laun akan menjadi kebiasaan semata. Nilai atau esensi dari suatu aktivitas yang kita kerjakan itu menjadi hilang sedikit demi sedikit.

Saya merasa bahwa untuk menanamkan semangat, kita tidak perlu menuliskanya di tembok kamar karena akan berfikir untuk mengecat ulang.

Kamis, 11 Maret 2010

Batas Sisa Waktu

john wage saleh

Siapa yang bisa memberi jaminan kepastian disini
bahkan usia pun tak jelas batasnya

Ah nasib masa depan digantung diujung pensil
keterperangahanmu bising mengutuk  langit

Tapi semuanya terlanjur sampai
sekali lonceng dibunyikan pantang balik pulang
ijtihad dan do'a menjadi ruh di hati setiap unjung pensil

barangkali memang tak boleh disesali
datanglah pada sisa waktu yang tercampakan
menuju sampai, menggenggam usai.















*) dibacakan oleh HS mukafa pada malam perenungan di gemolong

Mengintip Kiamat dari Rasio Jumlah Laki-laki dan Jumlah Perempuan


Topik tentang perbandingan angka harapan hidup laki-laki dan perempuan memang sudah sangat umum tapi kemudian beberapa orang bisa saja salah tafsir tentang ini yang dikaitkan dengan semakin dekat akan datangnya kiamat karena lebih banyak laki-laki yang mati dari pada perempuan. artikel ini semata-mata hanya sedikit menginformasikan serta menjabarkan dengan sudut pandang biologis. Bagaimana seharusnya melihat persoalan bahwa rasio jumlah laki-laki dan perempuan yang dijadikan sebagai tanda semakin dekat datangnya kiamat itu bukan dari segi kematian yang dialami oleh laki-laki dalam jumlah yang besar tetapi lebih fokus pada kelahiran.
Data-data kependudukan menunjukan bahwa angka harapan hidup laki-laki sebesar 65 sedangkan angaka harapan hidup perempuan adalah 70, artinya rata-rata laki-laki akan meninggal pada usia 65 tahun sedangkan perempuan akan meninggal pada usia 70 tahun. Hal ini tentunya sangat beragam antar daerah dengan faktor-faktor yang khas pada setiap daerah. Dan angka harapan ini merupakan salah satu indikator untuk mengukur hasil pembangunan sumberdaya manusia. trend yang semakin naik dari regresi beberapa tahun pengamatan data akan memberikan kesimpulan bahwa proses pembangunan yang dijalankan terhitung berhasil.
Dalam rangka menjelaskan secara biolgis mengapa laki-laki cenderung menanggung resiko kematian lebih besar daripada perempuan ada dua hal yang mempengaruhi yaitu genetik dan hormon. Dapat dilihat pada bayi 12 bulan pertama bayi laki-laki cenderung mengalami kematian dalam jumlah yang lebih besar dibandingkn dengan bayi perempuan. hal ini semata bukan merupakan kebetulan bila dilihat lebih jauh dengan mereduksi fakto-faktor ekternal yang dialami oleh bayi.