Minggu, 27 Juni 2010

Gurit Banyu Udan

pancene aku ugo kowe ora oleh gelo
banyu udan wingi wis dadi asin neng laut liwat mrambat ing sak dawaning kali
ngenteni angin kang bakal ndadeke deweke embun

koyo dene awake dewe,
deweke ngerti babakan dapuk lelakone
mrambati kali, gowo wedhi tekan samudra kang tentrem

dadi, apa isih ana sing kliwat soko udan wingi kuwi
kamongko angin isih suwe tekan samudra kang tansah ngimpenke rendheng
ugo apa wae sing dadi sebab aku, kowe
ngadek neng kene.
: wis. diiklaske wae. sing iso dijupuk yo gur sing ana manfaate.

Mrican, 2010

Senin, 14 Juni 2010

media

Kita tahu tentang sesuatu. Tentang kekuasaan. Dalam beberapa peristiwa penggulingan kekuasaan pemerintah suatu negara baik dengan cara kudeta militer atau pun dengan pergerakan masyarakat sipil maka hal pertama yang diambil alih adalah cara mayarakat berkomunikasi, lewat surat kabar, radio, telivisi atau internet. Informasi adalah kekuasaan.

Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan beredarnya video mesum pasangan artis, kita tidak bisa menutup mata dan telinga yang jelas kita sudah tau siapa gerangan artis tersebut. Sebab karena mereka artis atau publik figur (katanya) yang kemudian menjadikan video ini benar-benar diburu dan menyebar populer. Kalau mereka bukan artis tentu akan lain ceritanya.

BOAT

B & T

Minggu, 06 Juni 2010

Tipping Point

Garis merah terjadinya suatu tren menurut Malcolm Gladwell dipengaruhi oleh beberapa gelintir orang yang mempunyai pengaruh. Demikianlah seperti yang diungkapkan dalam buku dengan judul the Tipping Point karya besarnya itu yang kini menjadi best seller. Tetapi dominasi aplikatifnya adalah ranah ekonomis. Bagaimana kita menjual barang kita dengan diawali langkah medekati orang yang berpengaruh kemudian akan terbentuk suatu informasi dari mulut ke mulut "getok tular" (dalam bahasa jawa) sehingga kemudian akan meningkatkan jumlah permintaan barang yang diproduksi karena segelintir orang yang berpengaruh menggunakan produk itu. Namun semata-mata konsep ini tidak hanya berlaku dalam lingkup ekonomi saja tetapi dapat diadobsi sebagai pendekatan untuk disiplin yang lain. Politik misalnya. Kemudian didapatkan suatu kesimpulan yang unik bahwa suatu tren tidak akan terjadi tanpa disulut oleh beberapa orang terbatas yang sangat berpengaruh. Tanpa orang berpengaruh yang menyulutnya tren baru tidak akan terjadi. (tentu saja orang berpengaruh disini tentu dapat diartikan secara wajar).

Kemudian ada konsep lain untuk menganilis terjadinya suatu tren yang bertolak belakang dengan teori yang dipaparkan oleh Malcolm Gladwell. Bahwa suatu trend tidak perlu orang-orang yang berpengaruh sebagai pemicunya melainkan