Minggu, 30 Mei 2010

Blues Hujan 2

kumainkan improvisasi lagu blues
bukan untuk membujuk bilah-bilah
gerimis yang tiba-tiba menebas pesona senja
saat ranum.

                       tetapi, langit terus menerus melepas hujan ke arah tanah
dalam tata tropik yang ambruk.

diluar musim pada tempat yang jauh:
segerombol petani menyiangi mendung, menyeringai
meminta ia singgah
sementara do’a para pembenci hujan berhamburan.
                                                                     tumbang.
                                                                                luruh.

                     tapi coba dengar hey: dalam bues ini
                     aku menjelma sebagai selembar hujan berwarna biru
                     serupa alunan blues yang lembut itu.
                     membasuh wajah, tanah, dan sawah.

wajah, tanah, dan sawah di hatimu.

mrican, 310410

Selasa, 25 Mei 2010

Memory

Sebenarnya terbuat dari apa kenangan? hingga ia selalu bisa kembali pada waktu yang tidak disepakati. Mungkin hanya nilai dan tema saja yang bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dialami waktu itu. Nilai atas baik dan buruknya kenangan. Saya kira akan aneh bila manusia tanpa kenangan.

Bisa saja suatu kenanganlah yang membentuk masa kini sesorang tentunya sebagai proses sebab akibat baik yang singkat maupun yang panjang dan disadari atau tidak. Atau mungkin hanya bentuk dari ingatan-ingatan kecil yang emosional saja. Kenangan mengubah wujud dirinya kemudian benar-benar tersimpan dalam part-part memori yang hidup. Kita bahkan tidak berpikir suatu peristiwa yang sedang kita alami saat ini akan kita kenang pada suatu saat dengan ekspresi yang aneh. senyum-senyum sendiri dan untuk ini biasanya seperti setengah gila

Senin, 17 Mei 2010

Perkawinan dan Kebun

Barang kali susah untuk ditentukan korelasinya tetapi kenyataan ada bulan-bulan tertentu sangat banyak resepsi perkawinan dilansungkan, termasuk pada bulan ini, bulan Mei. Beberapa undangan perkawinan datang di musim kawin ini dan secara relatif berhawa dingin.

Seperti biasa pertanyaanya, sebenarnya perkawinan itu dibuat dari apa sih? hingga setiap orang seakan ingin menuju kearah sana dan sepertinya

Minggu, 09 Mei 2010

The Pill

Berkunjung ke rumah sakit di akhir pekan. nampaknya bukan pilihan yang bagus untuk bertamasya atau menghabiskan liburan. Lawatan ini bagus untuk meningkatkan apa yang biasa disebut dengan rasa syukur.menyusuri lorong-lorong beraroma bahan kimia membuat mual dan ingin muntah tetapi bagi penghuni yang semuanya terpaksa tinggal dan menginap di ruang kamar dengan cat tembok berwarna putih harus menahan aroma itu bahkan mereka harus menelah sumber aroma itu yang didesain menjadi butir tablet dan kapsul dengan dosis tertentu dan resep dokter.

Sebenarnya untuk apa sih obat itu? Yah, sederhananya dengan mengkonsumsi obat orang sakit akan segera tertolong dari penyakit yang dideritanya dan menjadi sehat. Menyaksikan pasien dengan daftar obat yang mesti mereka habiskan aku merasa kasihan. bagaimana tidak, banyak kepahitan yang jelas akan mereka kecap dalam setiap butirnya tetapi anehnya mereka justru menikmatinya beberapa butir tablet lahap sekali "untal" hanya dengan segalar air dan itu pun masih ia sisakan. Ach aku hanya akan membayangkan bagaimana bisa? aku akan menghabiskan bergalon-galon air jika aku yang melakukanya. untuk satu tablet saja harus menghabiskan dua gelas dan itu tidak selalu berhasil pasti nyangkut di kerongkongan. inilah sebab aku sangat kurang suka dengan sesuatu yang namanya pill dan masalah utamanya adalah rasa pahit.

Kecuali obat untuk anak-anak saya memfonis semuanya pahit. edan apakah ilmuan tidak berfikir untuk membuat obat yang cocok untuk semua lidah? tapi saya yakin mereka membuatnya dengan rasa pahit bukan karena untuk membuatnya terjual laris tetapi mereka berharap tidak ada seorang pun yang mengkonsumsi obat atau semua orang sehat. Ironisnya mengapa dokter menjadi sebuah profesi yang sangat diburu? Ah aku hanya berharap bahwa mereka tidak berdo'a bahwa akan ada trend kenaikan jumlah orang sakit dalam data statistik.

Senin, 03 Mei 2010

The Way

Apa yang sedang aku pikirkan dan aku kerjakan? bukankah ini kesiasian semata? malam telah larut dan jam menunjukan pukul 02.12 wib. Berkerumun dan membicarakan hal-hal aneh ditrotoar jalan bersama teman-teman lama mencoba memecahkan misteri sebuah jalan.

Banyak jalan yang dibangun dii setiap daerah yang menghubungkan dengan daerah lain dan kami pun pernah terlibat dalam drama jalanan tanpa tahu mau kemana? untuk apa pula sebenarnya jalan dibuat? jangan-jangan kita terlalu sibuk membangun jalan tetapi kita lupa untuk apa kita mesti membangunya dan menuju kemana?
selain rumah hal yang paling kita kenal adalah jalan atau mungkin jalan sendiri adalah rumah dimana setiap orang singgah tanpa mau menyebutnya rumah? lantas kenapa mesti ada jalan? bagaimana jika tidak ada jalan?

Dan sekarang kami menanyakan tentang cinta? adakah cinta di jalanan? seorang perempuan dan laki-lakiberpapasan, saling padang, saling sapa dan lantas beberapa bulan menjalin hubungan serius. Sementara di ujung jalan yang lain seorang perempuan menangis sambil berjalan ditinggalkan kekasih melewati jalan dengan sipat kuping entah kemana. atau kami sendiri yang tidak sengaja menggelar perjamuan malam di trotoar dan membincangkan hal yang aneh ini. bagaimana jika tidak ada jalan? apakah jalinan kasih sepasang kekasih ada atau mungkin seorang perempuan tidak akan menangis karena laki-laki tidak mungkin meninggalkanya karena tidak ada jalan begitu juga kami apakah kami juga tidak menjadi teman dan bercakap-cakap disini?