Rabu, 07 Juli 2010

Rumah 2

kau ajak aku pada sebuah rumah
dinding dinding rindu dan segala pintu yang selalu tak pernah terkunci
setiap kamar berbau makam
dimana keibaan lahir tiba tiba

apa yang membuatmu bertahan?
         aku atau puisi yang kau tulis pada dinding?
sama sama kita pernah lalui jalan beraspal
gang gang sempit juga pematang saat musim panen

tapi bukankah keibaan bisa saja menjadi sia sia
juga keterperangahan
                   
                                       apakah kau tidak sedang menipuku?
                                       kini aku seperti tertawan
            
           sudahlah. rumah itu sebentar saja akan juga rubuh.          

mrican, 2010
                                     

2 komentar: